CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, January 28, 2013

The Perks of Being a Wallflower - Stephen Chbosky


novel terbitan tahun 1999 dan baca versi ebook nya yang bahasa Inggris. 244 halaman.

it takes time for me to finish this book. sempet berhenti beberapa kali. soalnya emang agak males buat baca ebook, tapi toh akhirnya melanjutkan juga, dan seriously sungguh tidak menyesal menamatkan buku ini.

tentang Charlie, yang disebut sebagai wallflower. Menurut definisi dari kamus, wallflower berarti "a type of loner. seemingly shy folks who no one really knows. often some of the most interesting people if one actually talks to them." atau "Someone who chooses to observe, instead of experience life."

kalo kata sahabatnya si Charlie, Patrick, "He's a wallflower. You see things. You keep quiet about them. And you understand."

novel ini isinya kumpulan surat (curhatan) nya Charlie kepada anonymous, orang yang dia sendiri juga nggak kenal. Jadi seakan-akan kita menjadi si anonymous yang secara konstan dapet surat dari Charlie dan akhirnya kita pun bakal ngikutin kehidupannya Charlie di SMA nya. Charlie yang sebelumnya nggak punya temen dan sulit bergaul, diterima dengan tangan terbuka sama Patrick & Sam (Patrick's stepsister), yang merupakan senior2nya dia di High School. Trus si Charlie bener-bener diajak masuk ke pergaulan mereka dan mulai merasakan hidup yang sebenarnya.
"And in that moment, I swear we were infinite" -pg. 53

Secara keseluruhan, novel ini menceritakan kehidupan High School nya yang nggak jauh-jauh dari party, minum, drugs, sex, dsb dsb ~ tapi si Charlie tetep bisa jadi sosok yang hm.. polos dan tulus..
Charlie yang kehilangan banget waktu tantenya meninggal
Charlie yang ngebantuin kakaknya aborsi
Charlie yang pernah ngerasain nggak punya siapa-siapa lagi, termasuk Patrick dan Sam
"things change. And friends leave. And life doesn't stop for anybody." -pg 165

Charlie yang bener-bener jadi sahabat buat Patrick waktu Patrick putus sama pasangan homonya.
"It's just hard to see a friend hurt this much. Especially when you can't do anything except 'be there'" -pg 183

Charlie yang lama-lama menyadari dia suka sama Sam
"And i guess I realized at that moment that I really did love her. Because there was nothing to gain, and that didn't matter" -pg 203

dan masih banyak konflik-konflik lainnya yang menyenangkan buat dibaca.

Tau kan ya, ada novel yang sebenernya temanya cinta tapi ditulis dengan sungguh-sungguh suram sampe bikin yang mbaca ikutan suram. Tapi ini jenis novel yg justru di dalamnya banyak masalah, si Charlie nya under pressure banget, tapi ditulis dengan menyenangkan. or is it just me?

dan aku suka banget hubungannya si Charlie sama kakaknya, yang unyu saling tolong menolong, tapi tetep tau batesan.
suka sama hubungannya Charlie - Patrick - Sam.. yang saling menerima apa adanya, bener-bener apa adanya.
suka sama tokoh-tokohnya, alur critanya, dan terutama endingnya. di ending dijelasin alasan di balik sifatnya Charlie yang emosional dan kayak roller coaster sejak awal. dan itu mengagetkanku.
tapi tetep ending yang menyenangkan.

"So i guess we are who we are for a lot of reasons. And maybe we'll never know most of them. But even if we don't have the power to choose where we come from, we can still choose where we go from there. We can still do things" -pg. 237
"And i just thought how great it was to have friends and a family" -pg. 239

3 comments:

Bayu Nomaden

Wah jadi pingin baca nih, filmnya bagus tapi dari review nya nindhi ini kayaknya bagusan novelnya, yah.. :D

Follback yah, salam kenal!

Nindy Adhilah

justru aku belum nonton hehehe, pngn nonton tapi belum sempet..

udah follow kok ^^

lalaendut

Iya aku juga baca ebook nya, Salam kenal ya mbak. Aku follow ya

Post a Comment